JINGGA MERANGKAK KELABU

August 29th, 2008 by firstacuayyang

__,,ADAKAH IA??
MENGAPA TIBA-TIBA SAJA KU MERAGU!!??

cayyo media

December 11th, 2007 by firstacuayyang

SALAMULLAH 

Salamullah adalah nama yang diberikan oleh Malaikat Jibril
yang artinya Salam dan Keselamatan dari Allah.

Jejak Salamullah dapat ditelusuri dari pengalaman Lia Aminuddin (sekarang
disebut Bunda Lia Eden) yang terbuka kekasyafannya pada 28 Oktober 1995. Sejak
itu, Bunda Lia dapat berkomunikasi dengan pendamping gaib yang memperkenalkan
dirinya dengan nama Habib Al Huda.

Pada awal perkenalan itu, Habib Al Huda dianggap sebagai jin muslim yang dulu
juga pernah mendampingi Nabi Muhammad sebagaimana tercantum dalam buku “Dialog
dengan Jin Muslim” yang sedang marak dibaca pada waktu itu. Namun, pendamping
gaib Bunda Lia tersebut kemudian menyatakan dirinya sebagai seorang malaikat
yang memang dulu mendampingi Rasulullah.

Bahkan dia menyatakan bahwa penjelasan di dalam buku “Dialog dengan Jin Muslim”
itu salah. Seorang Rasulullah tak mungkin diperkenankan Allah dibimbing oleh
jin. Menurut Habib Al Huda, buku itu hanya mementingkan daya jual, tak
mementingkan ketelitian dan keakuratan atas apa-apa yang dituliskan di
dalamnya.

Sesungguhnya, perkenalan pertama sebagai Habib Al Huda adalah sebuah
perumpamaan dan penyesuaian atas kesiapan Bunda Lia menerima pendampingan
malaikat. Jika sedari awal disebutkan bahwa dia adalah Malaikat Jibril, niscaya
Bunda takkan siap karena sebagaimana umumnya umat Islam, beliau sangat
memuliakan nama Jibril Alaihissalam. Dan tidaklah perkenalan awal itu sebuah
kebohongan karena nama Habib Al Huda pun bermakna pemberi petunjuk yang
dicintai Allah.

Pada saat yang sama, Jibril sebenarnya juga sedang mengutarakan kebiasaan umat
manusia pada saat ini yang senang bergaul dengan jin. Kalau Jibril menyatakan
dirinya sebagai jin, masyarakat tak terguncang tak sebagaimana bila disebutkan
secara transparan bersahabat dengan Malaikat Jibril. Perilaku Malaikat Jibril
pada masa itu menunjukkan keajaiban-keajaiban yang tak bertenggang rasa seperti
halnya menulis surat, membuat puisi, memberikan benda-benda seperti buku,
salinan surat penyidikan kejaksaan terhadap Wimanjaya perihal buku Primadosa,
satu bungkus Pizza Hut atau Kentucky Fried Chicken, atau memindah-mindahkan
barang pribadi yang dicari-cari. Semua peristiwa itu dinyatakan sebagai nasihat
atau sekedar joke.

Adapun semua itu dimaksudkan untuk menciptakan suasana haru atau tertawa
gembira dan setelahnya menjadi nasihat spiritual. Keadaan itu berlanjut setahap
demi setahap menjadi persahabatan yang kental dan sulit dihilangkan atau
ditinggalkan.

Setelah itu baru Jibril mengadakan pengujian-pengujian iman. Pada awalnya belum
resmi, hanya sebagai pendekatan untuk mencapai kemurnian akidah dan kesucian.
Taraf pengujiannya pun masih ringan, tak seperti ketika pensucian itu telah
resmi diselenggarakan olehnya.

Dari bimbingan Malaikat Jibril yang pada awalnya menyebutkan dirinya sebagai
Habib Al Huda itulah berawal nama Salamullah. Dan kemudian mulai datang satu
persatu orang yang membentuk kelompok diskusi informal yang diberi nama
mudzakarah pada awal November 1996. Anggota mudzakarah itu antara lain adalah:
Ray Rangkuti, Nadirsyah Hosen, Hasanuddin, Nanang Tahqiq, Wahyuni Nafis, Yeni
Ratnayuningsih, Ahmad Syarofi, Enni, Bustanil Arifin yang sebagian besar
merupakan bagian dari komunitas IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Akan tetapi,
para anggota mudzakarah tersebut ternyata tidak terpanggil untuk meneruskan
Salamullah, bahkan beberapa diantara mereka menjadi bagian dari komisi Fatwa
MUI yang mengeluarkan fatwa sesat untuk Salamullah.

Selain itu, Habib Al Huda juga memberikan bimbingan kepada Bunda Lia menulis
puisi dan kemudian memintanya untuk mengadakan acara “Malam Kerukunan
Nasional”. Pada acara yang juga merupakan peluncuran buku Mencari Hikmah, Puisi
dari Alam Gaib, Puisi-Puisi Mendalami Kerukunan Nasional tersebut, banyak tokoh
nasional baik tokoh pemerintah, budaya, dan kalangan LSM yang hadir dan ikut
serta membaca puisi.

Acara tersebut pada awalnya berjudul “Mencari Kerukunan Nasional”. Tetapi atas
saran Eddy Sudrajat yang pada waktu itu menjadi Menteri Pertahanan dan Keamanan
(Menhankam) dan ikut menyumbang dana untuk acara tersebut, judul acara tersebut
diubah. Beliau mengingatkan bahwa judul “Mencari Kerukunan Nasional” itu
menimbulkan kesan bangsa

Indonesia

sudah tidak rukun lagi. Padahal persatuan bangsa

Indonesia

belum rapuh pada waktu itu. Hanya ada sedikit gejolak
yang tak berarti. Maka dia mengharapkan kata “mencari” itu diganti saja dengan
“mendalami”.

Padahal Jibril di dalam memberikan judul itu sesungguhnya sudah ingin
memberikan nubuah tentang keadaan bangsa

Indonesia

yang akan datang sebagaimana saat ini bangsa

Indonesia

sedang dalam keadaan disintegrasi. Itulah saatnya
Jibril pun mengajarkan kepada Bunda agar tidak meliputkan kebijakan siapapun
dalam kebijakannya. Karena bila dia (Jibril) sedang menguraikan nubuah
sementara orang lain tak memahaminya, begitulah nubuah itu menjadi terhapus.
Dan setelah kegiatan itu, Jibril menjauhkan Bunda dari semua kalangan yang
dapat mengubah perannya kepada amanah Tuhan.

Selain memberikan bimbingan kepada Bunda untuk melakukan pensucian diri, Habib
Al Huda juga membawakan karunia pengobatan dari Allah, membawanya menempuh
perjalanan, serta membawa Bunda untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat
melalui pengobatan cuma-cuma. Kepada para pasien yang jumlahnya semakin
berkembang dari waktu ke waktu, Habib Al Huda menyampaikan pengajarannya yang
didiktekan kepada Bunda dan dibacakan di hadapan pasien pada pagi hari
menjelang acara pengobatan. Pengajaran Jibril biasa disebut dengan istilah
Sapaan dan karena diterima dalam konteks pengobatan, maka pengajaran Habib Al
Huda pada waktu itu lebih dikenal dengan nama Sapaan Pengobatan.

Sejak awal Bunda memberikan pengobatan cuma-cuma, jumlah pasien yang datang
untuk berobat berlimpah-limpah. Pada umumnya pasien-pasien itu mengalami
kesembuhan. Tetapi ketika Jibril mulai memberikan jadual pensucian kepada Bunda
dan Jamaah Salamullah, pasien-pasien itu seakan menghilang dan seakan tak
berbekas mukjizat itu di ingatan mereka. Padahal sesungguhnya Tuhan sedang
menjauhkan mereka dari kami karena jadual pensucian atas kami rupanya sudah
sampai waktunya. Terhentinya kedatangan pasien-pasien itu sangat mengherankan.

Kata Jibril, seperti itulah bila Tuhan sudah berkehendak. Tak menjadi sebuah
keadaan bila tak dikehendaki Tuhan. Seperti halnya kesibukan kami mengobati
umat rupanya memang sudah waktunya disudahi.

Ternyata dari sejumlah mantan pasien-pasien itu berawal Salamullah. Mereka
adalah orang-orang yang sebenarnya dikumpulkan Tuhan dan terpanggil ruhnya untuk
mendatangi Jibril. Tuhan membawa mereka menemui Jibril melalui
penyakit-penyakit yang dideritanya. Dan ketika ruh-ruh yang diinginkan Tuhan
sudah terkumpul, pengobatan untuk umum itu pun seakan ditutup. Sepertinya Tuhan
sedang menutup satu pintu dan membuka pintu lain untuk mengumpulkan ruh-ruh
yang diinginkan-Nya untuk menjadi cikal bakal Salamullah.

Selain kepada Bunda, karunia pengobatan itu juga diberikan Tuhan kepada seluruh
Jamaah Salamullah dengan kualitas yang setara. Ilmu pengobatan adalah karunia
Tuhan yang sedang dibagikan-Nya pada saat ini dan menjadi berkah di surga-Nya
di dunia. Hanya kesucian yang menjadi prasyarat Tuhan untuk turunnya karunia
pengobatan itu. Tak ada laku tirakat tertentu, tak ada upacara-upacara
pengalihan ilmu. Karunia itu merupakan ilmu Tuhan yang diturunkan langsung dari
sisi-Nya (ladunni). Karunia itu pun tak terkhususkan untuk Jamaah Salamullah
dan dapat dimiliki oleh siapa saja yang dikehendaki Allah.

Jamaah Salamullah diajarkan untuk mendoakan orang lain agar mendapatkan karunia
pengobatan dari Allah itu. Di dalam doa kepada Tuhan untuk memohon berkah
kesembuhan, Jibril mengajarkan untuk menyertakan kalimat-kalimat yang diberkahi
Tuhan, yaitu “Rabbunallah” bagi umat Islam, “Halleluya” bagi umat Kristen, dan
“Yaa Asvin” bagi umat Hindu dan Buddha.

Demikian, proses kedatangan awal Jibril itu sesungguhnya berliku. Habib Al Huda
menyatakan dirinya sebagai Malaikat Jibril baru pada 28 Juli 1997. Penyebutan
nama Jibril tersebut diawali oleh seorang pasien bernama Indra. Indra yang juga
mempunyai pendamping gaib yang mengajarinya tentang kebajikan dan masa depan
selalu merasa kedinginan setiap kali datang ke Salamullah. Ketika ditanya oleh
Bunda tentang sosok gaib yang mendampinginya, Indra tak mau menjawab karena
takut mengatakannya. Tapi akhirnya Indra menyatakan juga bahwa makhluk gaib itu
tak lain adalah Jibril Alaihissalam. Sementara itu, Habib Al Huda tak menolak
pernyataan yang disampaikan oleh Indra tersebut.

Pemberitahuan tentang Habib Al Huda itu tentu saja mengguncangkan Bunda. Tetapi
Tuhan tak membiarkannya dan kemudian memberikan penguatan-penguatan kepada
Bunda melalui kejadian-kejadian yang dialaminya. Dalam kesempatan umroh di
tanah suci pada 12 Oktober 1997, banyak kejadian spiritual yang dialami Bunda dan
rombongan, baik selama perjalanan maupun ketika berada di tanah suci.
Kejadian-kejadian itu dapat disimak dalam buku “Perkenankan Aku Menjelaskan
Sebuah Takdir”.

Sementara itu, menindaklanjuti surat dari Ir. Andan Nadriasta (anak salah
seorang jamaah Salamullah) Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengutus dua orang
staf MUI yaitu Hasanuddin dan Nadirsyah Hosen untuk melakukan konfirmasi
mengenai keberadaan Malaikat Jibril. Kedua utusan MUI tersebut sebenarnya
bukanlah orang yang asing bagi Salamullah karena keduanya pernah terlibat dalam
mudzakarah dan kegiatan-kegiatan awal Salamullah.

Setelah konfirmasi yang dijawab bahwa Malaikat Jibril memang benar mendampingi
Bunda Lia, Salamullah dipanggil secara resmi untuk hadir dalam persidangan
komisi fatwa MUI yang dipimpin oleh KH Ibrahim Hosen pada

11 November 1997

. Di dalam persidangan yang dihadiri sekitar 10 ulama
tersebut, Bunda Lia diminta untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan serta
membuktikan kehadiran Malaikat Jibril di hadapan para ulama. Karena tidak mendapatkan
jawaban sebagaimana yang diinginkan para ulama, dari persidangan itu kemudian
keluar kesimpulan bahwa Bunda Lia tak dapat membuktikan kehadiran Malaikat
Jibril. Dan pada tanggal 22 Desember 1997 MUI mengeluarkan fatwa tentang
Malaikat Jibril Mendampingi Manusia.

Sementara itu, Bunda Lia dan Jamaah Salamullah terus menerima bimbingan dan
pensucian Malaikat Jibril. Pensucian itu bukan hanya melalui pengajaran, tetapi
juga melalui ujian-ujian berat yang harus dilalui, baik oleh Bunda Lia maupun
Jamaah Salamullah. Rangkaian pengajaran dan ujian yang diberikan oleh Malaikat
Jibril itu dapat dilihat melalui dokumentasi Aktivitas dan Pengajaran sejak
1997 hingga saat ini.

Salah satu milestone dari ujian itu adalah penulisan dan peluncuran buku
Perkenankan Aku Menjelaskan Sebuah Takdir (PAMST) pada pertengahan Agustus 1998
dan pembaiatan Bunda menjadi Imam Mahdi dan Ahmad Mukti yang dinyatakan membawa
ruh Nabi Isa. Pengakuan itu menjadi kontroversi dan menimbulkan kehebohan luas
setelah dimuat sebagai berita utama di majalah Gatra.

Tak lepas dari kontroversi pengakuan tentang Imam Mahdi, Jamaah Salamullah
terus menerus mengalami pensucian dan pengajaran Malaikat Jibril. Selain
pensucian di dalam, pada waktu-waktu tertentu Malaikat Jibril memerintahkan Jamaah
Salamullah untuk mengirimkan ribuan

surat

ke seluruh

Indonesia

dan menyampaikan Fatwa-Fatwa Malaikat Jibril dan
Wahyu Tuhan.

Selain mengajarkan ketauhidan dan pensucian diri, misi kedatangan Malaikat
Jibril juga membukakan rahasia-rahasia Tuhan yang ada di dalam kitab suci.
Diantara penjelasan-penjelasannya telah terdokumentasikan di dalam buku
Regulasi Ruh, Rahasia-Rahasia Kitab Suci yang Terbuka, dan buku Kitab
Kehidupan.

Di dalam proses-proses pensucian yang sangat keras dan penyingkapan rahasia
kitab suci oleh Malaikat Jibril, Bunda Lia kemudian dinyatakan sebagai pasangan
Jibril dan membawa institusi Ruhul Kudus. Bunda Lia kemudian diperintahkan
untuk melepaskan semua ikatan, termasuk ikatan dengan keluarga dan agama yang
dipeluknya. Bunda diperintahkan Allah untuk bertuhan dengan khusyuk dan tidak
memeluk agama formal apapun karena kepadanyalah turun penjelasan Allah untuk
seluruh agama. Bersama dengan itu, Malaikat Jibril menjelaskan bahwa Imam Mahdi
yang sesungguhnya adalah Muhammad Abdul Rahman yang juga dinyatakan oleh
Malaikat Jibril sebagai pembawa ruh Nabi Muhammad.

Perkembangan yang kemudian adalah penyebutan nama Salamullah yang dikhususkan
bagi umat Islam yang menjadi murid-murid Malaikat Jibril dan berada di bawah
pimpinan Imam Mahdi Muhammad Abdul Rahman. Penyebutan itu sekedar untuk
membedakan dengan jalan yang ditempuh oleh para murid Jibril lain yang
diperintahkan untuk meretas jalan Perennial bagi umat manusia. Keseluruhan
murid Jibril yang bersama-sama mensucikan diri itu (Jamaah Salamullah, Kaum
Perennial, umat agama lain) oleh Malaikat Jibril diberi nama Kaum

Eden

. Itulah nama baru komunitas yang dipimpin oleh
Malaikat Jibril-Ruhul Kudus yang disosokkan melalui Bunda Lia Eden.

 

BAHA’I

Dari Wikipedia Indonesia,
ensiklopedia bebas berbahasa

Indonesia

.

Langsung ke: navigasi,
cari

"Tujuan dasar
yang menjiwai Keyakinan dan Agama Tuhan ialah untuk melindungi
kepentingan-kepentingan umat manusia dan untuk memajukan kesatuan umat manusia,
serta untuk memupuk semangat cinta asih dan persahabatan di antara manusia
"
–Baha’u'llah

Agama Baha’i adalah agama yang independen dan
bersifat universal, bukan sekte dari agama lain. Pesuruh Tuhan dari agama
Baha’i adalah Baha’u'llah yang mengumumkan bahwa tujuan agama-Nya adalah untuk
mewujudkan transformasi rohani dalam kehidupan manusia dan memperbaharui
lembaga-lembaga masyarakat berdasarkan prinsip keesaan Tuhan, kesatuan agama,
dan persatuan seluruh umat manusia.

Umat Baha’i berkeyakinan bahwa agama harus
menjadi sumber perdamaian dan keselarasan, baik dalam keluarga, masyarakat,
bangsa maupun dunia. umat Baha’i telah dikenal sebagai sahabat bagi para
penganut semua agama, karena melaksanakan keyakinan ini secara aktif.

Ajaran-ajaran Agama Baha’i antara lain adalah
keyakinan pada keesaan Tuhan, kebebasan beragama, kesatuan dalam
keanekaragaman, serta menjalani kehidupan yang murni dan suci. Selain itu agama
Baha’i juga menngajarkan peningkatan kehidupan spiritual, ekonomi, dan
sosial-budaya; menggunakan musyawarah sebagai dasar dalam pengambilan keputusan;
menunjukkan kesetiaan terhadap pemerintah; serta mewajibkan pendidikan bagi
semua anak. Ajaran-ajaran tersebut ditujukan untuk kesatuan umat manusia demi
terciptanya perdamaian dunia.

SEJARAH RINGKAS

Baha’u'llah (yang berarti Kemuliaan Tuhan)
adalah Pesuruh Tuhan dari Agama Baha’i. Pada tahun 1863 Ia mengumumkan misi-Nya
untuk menciptakan kesatuan umat manusia serta mewujudkan keselarasan di antara
agama-agama. Dalam perjalanan-NYa di sebagian besar kerajaan Turki, Baha’u'llah
banyak menulis wahyu yang diterimaNya dan menjelaskan secara luas tentang
keesaan Tuhan, kesatuan agama serta kesatuan umat manusia.

Walaupun Baha’u'llah dijatuhi hukuman karena
Ajaran agama-Nya, sebagaimana juga dialami oleh para Rasul dan Nabi Tuhan yang
lainnya, namun Baha’u'llah terus mengumumkan bahwa umat manusia kini berada
pada ambang pintu zaman baru, zaman kedewasaan. Untuk pertama kalinya dalam
sejarah, sekarang terbuka kemungkinan bagi setiap orang untuk melihat seluruh
bumi dengan semua bangsanya yang beranekaragam, dalam satu perspektif.
Baha’u'llah melengkapi. Semua Rasul dan NAbi mengajarkan keesaan Tuhan dan
mewujudkan cinta Tuhan dalam kalbu-kalbu para hamba-Nya. Mereka telah mendidik
umat manusia secara berkesinambungan ke tingkat-tingkat yang lebih tinggi dalam
perkembangan jasmani dan rohani, Baha’u'llah bersabda bahwa kini saatnya telah
tiba bagi setiap bangsa di dunia untuk menjadi anggota dari satu keluarga besar
umat manusia.

Selanjutnya

 

Ia

juga mengajarkan bahwa saatnya telah tiba untuk
mewujudkan kesatuan umat manusia serta mendirikan suatu masyarakat sedunia.


Dalam surat wasiat-Nya, Baha’u'llah menunjuk putra sulung-Nya, ‘Abdul-Baha,
sebagai suri teladan Agama Baha’i, Penafsir yang sah atas Tulisan Suci-Nya,
serta pemimpin Agama Baha’i setelah Baha’u'llah wafat. Baha’u'llah wafat pada
tahun 1892 di Bahji yang terletak di Tanah Suci.


Pada tahun 1911-1913 ‘Abdul -Baha melakukan perjalanan ke Mesir, Eropa dan
Amerika. Dia mengumumkan misi Baha’u'llah mengenai perdamaian dan keadlian
sosial kepada para jamaah semua agama, berbagai organisasi pendukung
perdamaian, para pengajar di universitas-universitas, para wartawan, pejabat
pemerintah, serta khalayak umum lainnya.

‘Abdul-Baha,yang wafat pada tahun 1921, dalam

surat

wasiatnya menunjuk cucu tertuanya Shoghi Effendi
Rabbani, sebagai Wali Agama Baha’i dan penafsir ajaran agama ini. Hingga
wafatnya pada tahun 1957, Shoghi Effendi menterjemahkan banyak Tulisan Suci
Baha’u'llah dan ‘Abdul-Baha ke dalam Bahasa Inggris dan menjelaskan makna dari
Tulisan-tulisan suci. Ia juga membantu didirikannya lembaga-lembaga masyarakat
Baha’i yang berdasarkan pada ajaran Baha’i di seluruh penjuru dunia.
‘Abdul-Baha dan Shoghi Effendi dengan setia telah menuntun Agama Baha’i sesuai
dengan ajaran-ajaran Baha’u'llah. Tida ada sekte ataupun aliran didalam Agama
Baha’i.


TULISAN SUCI BAHA’I

Salah satu keunikan Wahyu Agama Baha’i ialah
masih tersimpannya dengan baik semua Tulisan-tulisan Suci dalam bentuk asli
yang disahkan oleh Baha’u'llah sendiri, sehingga tidak ada keraguan atas
autentisitasnya. Dalam Ayat-ayat Suci-Nya, yang diwahyukan antara 1853-1892,
Baha’u'llah mengulas berbagai hal seperti keesaan Tuhan dan fungsi Wahyu Ilahi;
tujuan hidup;. ciri dan sifat roh manusia; kehidupan sesudah mati; hukum-hukum
dan prinsip-prinsip Agama; ajaran-ajaran akhlak; perkembangan kondisi dunia
seta masa depan umat manusia. Selain dituntun oleh Tulisan Suci Baha’u'llah,
kehidupan masyarakat Baha’i juga dibimbing melalui buku-buku dan surat-surat
yang ditulis ‘Abdul-Baha dan Shoghi Effendi. Buku-Buku Baha’i kini dapat dibaca
dalam lebih dari 800 bahasa.

AHMADIYAH

Posted
by admin

 

 

 

 

02/06/2002

 

 

  12069 clicks   

 

 

Printable Version

 

 

 
 

Ahmadiyah
  adalah suatu aliran yang meyakini ada nabi setelah Nabi Muhammad saw, mereka
  meyakini Mirza Gulam Ahmad sebagai nabi mereka. Selain itu mereka mempunyai
  kitab suci yang dikenal dengan nama Tadzkirah sebagaimana umat Islam
  mempunyai Al-Qur`an. Semoga artikel ini dapat sebagai peringatan akan bahaya
  aliran sesat ini. Artikel ini dikutip dari Buletin LPPI.

 

1.Aliran Ahmadiyah-Qadiyani
itu berkeyakinan bahwa Mirza Ghulam Ahmad adalah Nabi dan Rasul, kemudian
barangsiapa yang tidak mempercayainya adalah kafir murtad

2.Ahmadiyah-Qadiyani memang mempunyai Nabi dan Rasul sendiri yaitu Mirza Ghulam
Ahmad dari India

3.Ahmadiyah-Qadiyan mempunyai kitab suci sendiri yaitu kitab suci Tadzkirah

4.Kitab suci”Tadzkirah” tersebut adalah kumpulan wahyu yang diturunkan “tuhan” kepada
Mirza Ghulam Ahmad yang kesuciannya sama dengan kitab suci Al-Qur’an, karena
sama-sama wahyu dari Tuhan, tebalnya lebih tebal dari Al-Qur’an, dan kitab suci
Ahmadiyah tersebut ada di kantor LPPI

5.Kalangan Ahmadiyah mempunyai tempat suci tersendiri untuk melakukan ibadah
haji yaitu Rabwah dan Qadiyan di India. Mereka mengatakan: “Alangkah celakanya
orang yang telah melarang dirinya bersenang-senang dalam haji akbar ke Qadiyan.
Haji ke Makkah tanpa haji ke Qadiyan adalah haji yang kering lagi kasar”. Dan
selama hidupnya “nabi” Mirza tidak pernah haji ke Makkah

6.Kalau dalam keyakinan umat Islam para nabi dan rasul yang wajib dipercayai
hanya 25 orang, dalam ajaran Ahmadiyah Nabi dan Rasul yang wajib dipercayai
harus 26 orang, dan Nabi dan Rasul yang ke-26 tersebut adalah “Nabi Mirza
Ghulam Ahmad”

7.Dalam ajaran Islam, kitab samawi yang dipercayai ada 4 buah yaitu: Zabur,
Taurat, Injil dan Al-Qur’an. Tetapi bagi ajaran Ahmadiyah Qadiyan bahwa kitab
suci yang wajib dipercayai harus 5 buah dan kitab suci yang ke-5 adalah kitab
suci “Tadzkirah” yang diturunkan kepada “Nabi Mirza Ghulam Ahmad”

8.Orang Ahmadiyah mempunyai perhitungan tanggal, bulan dan tahun sendiri. Nama
bulan Ahmadiyah adalah: 1. Suluh 2. Tabligh 3. Aman 4. Syahadah 5. Hijrah 6.
Ihsan 7. Wafa 8. Zuhur 9. Tabuk 10. Ikha’ 11. Nubuwah 12. Fatah. Sedang
tahunnya adalah Hijri Syamsi yang biasa mereka singkat dengan H.S. Dan tahun
Ahmadiyah saat ini adalah tahun 1373 H.S (1994 M atau 1414 H). Kewajiban
menggunakan tanggal, bulan dan tahun Ahmadiyah tersendiri tersebut di atas
perintah khalifah Ahmadiyah yang kedua yaitu Basyiruddin Mahmud Ahmad

9.Berdasarkan firman “tuhan” yang diterima oleh “nabi” dan “rasul” Ahmadiyah
yang terdapat dalam kitab suci “Tadzkirah” yang artinya: “Dialah tuhan yang
mengutus rasulnya “Mirza Ghulam Ahmad” dengan membawa petunjuk dan agama yang
benar agar Dia memenangkannya atas segala agama-agama semuanya.(“kitab suci
Tadzkirah” hal. 621)

Berdasarkan keterangan yang ada dalam kitab suci Ahmadiyah di atas BAHWA AHMADIYAH
BUKAN SUATU ALIRAN DALAM ISLAM, TETAPI MERUPAKAN SUATU AGAMA YANG HARUS
DIMENANGKAN TERHADAP SEMUA AGAMA-AGAMA LAINNYA TERMASUK AGAMA ISLAM

10.Ahmadiyah mempunyai nabi dan rasul sendiri, kitab suci sendiri, tanggal,
bulan dan tahun sendiri, tempat untuk haji sendiri serta khalifah sendiri yang
sekarang khalifah yang ke-4 yang bermarkas di Inggris bernama: Thahir Ahmad.
Semua anggota Ahmafiyah di seluruh dunia wajib tunduk dan taat tanpa reserve
pada perintah dia. Orang di luar Ahmadiyah adalah kafir dan wanita Ahmadiyah
haram kawin dengan laki-laki di luar Ahmadiyah. Jika tidak mau menerima
Ahmadiyah tentu mengalami kehancuran

11.Berdasarkan “ayat” kitab suci Ahmadiyah “Tadzkirah” bahwa tugas dan fungsi
Nabi Muhammad saw sebagai nabi dan rasul yang dijelaskan oleh kitab suci umat
Islam Al-Qur’an, dibatalkan dan diganti oleh “nabi” orang Ahmadiyah Mirza
Ghulam Ahmad

11.1. Firman “tuhan” dalam “kitab suci” Tadzkirah:
Artinya: “Sesungguhnya Kami telah menurunkan kitab suci’Tadzkirah” ini dekat dengan
Qadiyan-India. Dan dengan kebenaran Kami menurunkannya dan dengan kebenaran dia
turun.” (“kitab suci” Tadzkirah hal.637)
11.2. Firman “tuhan” dalam “kitab suci” Tadzkirah:
Artinya: ”Katakanlah-wahai Mirza Ghulam Ahmad-jika kamu benar-benar mencintai
Allah, maka ikutilah aku”
(“kitab suci” Tadzkirah hal. 630)
11.3.Firman “tuhan” dalam “kitab suci” Tadzkirah
Artinya: “Dan Kami tidak mengutus engkau-wahai Mirza Ghulam Ahmad-kecuali untuk
menjadi rahmat bagi seluruh alam”. (kitab suci “Tadzkirah” hal. 634)
11.4. Firman “tuhan” dalam kitab suci “Tadzkirah”:
Artinya: “Katakan wahai Mirza Ghulam Ahmad-sesungguhnya aku ini manusia biasa
seperi kamu, hanya diberi wahyu kepadaku”.(“kitab suci Tadzkirah hal. 633)
11.5. Firman “tuhan” dalam “kitab suci” Tadzkirah:
Artinya: “Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu - wahai Mirza Ghulam
Ahmad - kebaikan yang banyak” (“kitab suci” Tadzkirah hal.652)
11.6. Firman “tuhan” dalam “kitab suci” Tadzkirah:
Artinya: “Sesungguhnya Kami telah menjadikan engkau - wahai Mirza Ghulam Ahmad
- imam bagi seluruh manusia” (“kitab suci” Tadzkirah hal. 630)
11.7. Firman “tuhan” dalam “kitab suci” “Tadzkirah”:
Artinya: “Oh, pemimpin sempurna, engkau - wahai Mirza Ghulam Ahmad - seorang
dari rasul, yang menempuh jalan betul, diutus oleh Yang Maha Kuasa, Yang Rahim”
(“kitab suci” Tadzkirah hal. 658-659)
11.8. Firman “tuhan” dalam “kitab suci” Tadzkirah:
Artinya: “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya pada malam lailatul qadr”
(kitab suci Tadzkirah hal. 519)
11.9. Firman “tuhan” dalam “kitab suci” Tadzkirah:
Artinya: “Dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar tetapi Allah-lah
yang melempar. (Tuhan) Yang Maha Pemurah, yang telah mengajarkan Al-Qur’an”
(“kitab suci” Tadzkirah hal.620)

Dan masih banyak lagi ayat-ayat kitab suci Al-Qur’an yang dibajaknya. Ayat-ayat
“kitab suci” Ahmadiyah Tadzkirah yang dikutip di atas, adalah penodaan dan
bajakan-bajakan dari kitab suci Umat Islam Al-Qur’an.
Dan Mirza Ghulam Ahmad mengaku pada umatnya -orang Ahmadiyah-bahwa ayat-ayat tersebut
adalah wahyu yang dia terima dari “tuhannya” di I N D I A.

12. PENODAAN AGAMA DAN HUKUMNYA

12.1 Pada Kitab Undang-undang Hukum Pidana diadakan pasal baru yang berbunyi
sbb: PASAL 56 a:
Dipidana dengan pidana penjara selama-lamanya

lima

tahun, barang siapa dengan sengaja di muka umum
mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan: a. yang pokoknya bersifat
permusuhan. Penyalahgunaan atau penodaan terhadap suatu agama di

Indonesia

.

12.2

Surat

edaran Dirjen Bimas Islam dan Urusan Haji Nomor D/BA.01/3099/84
tanggal

20 September 1984

,
a.l.:
2. Pengkajian terhadap aliran Ahmadiyah menghasilkan bahwa Ahmadiyah-Qadiyan
dianggap menyimpang dari Islam karena mempercayai Mirza Ghulam Ahmad sebagai
Nabi, sehingga mereka percaya bahwa Nabi Muhammad saw bukan nabi terakhir.

13.1.

Malaysia

telah melarang ajaran Ahmadiyah di seluruh

Malaysia

sejak tanggal 18 Juni 1975.

13.2. Brunei Darussalam juga telah melarang ajaran Ahmadiyah di seluruh Brunei
Darussalam.

13.3. Rabithah `Alam Islami yang berkedudukan di Makkah telah mengeluarkan
fatwa bahwa Ahmadiyah adalah KAFIR dan KELUAR DARI ISLAM.

13.4. Pemerintah Kerajaan Arab Saudi telah mengeluarkan keputusan bahwa
Ahmadiyah adalah KAFIR dan TIDAK BOLEH pergi haji ke Makkah.

13.5. Pemerintah Pakistan telah mengeluarkan keputusan bahwa Ahmadiyah adalah
golongan MINORITAS NON MUSLIM.

14. K E S I M P U L A N

a.Ahmadiyah sebagai perkumpulan atau jemaat didirikan oleh Mirza Ghulam Ahmad
di Qadiyan - I N D I A (sekarang Pakistan) tahun 1889, yang karena perbedaan
pandangan tentang penerus kepemimpinan dalam Ahmadiyah dan ketokohan pendirinya
berkembang dua aliran, yaitu Anjuman Ahmadiyah (Ahmadiyah Qadiyan) dan Anjuman
Ishaat Islam Lahore (Ahmadiyah Lahore).Kedua aliran tersebut mengakui
kepemimpinan dan mengikuti ajaran serta paham yang bersumber pada ajaran Mirza
Ghulam Ahmad.

b.Jemaat Ahmadiyah masuk dan berkembang di Indonesia sejak tahun 1920-an dengan
menamakan diri Anjuman Ahmadiyah Qadiyan Departemen Indonesia dan kemudian
dinamakan Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) yang dikenal dengan Ahmadiyah
Qadiyan, dan Gerakan Ahmadiyah Lahore Indonesia (GIA) yang dikenal dengan
Ahmadiyah Lahore.

c.Mirza Ghulam Ahmad mengaku telah menerima wahyu, dan dengan wahyu itu dia
diangkat sebagai nabi, rasul, al-Masih Mau`ud dan Imam Mahdi. Ajaran dan faham
yang dikembangkan oleh pengikut Jemaat Ahmadiyah Indonesia khususnya terdapat
penyimpangan dari ajaran Islam berdasarkan Al-Qur`an dan Al-Hadits yang menjadi
keyakinan umat Islam umumnya, antara lain tentang kenabian dan kerasulan Mirza
Ghulam Ahmad sesudah Rasulullah saw.(BALITBANG DEPAG RI, Jakarta, 1995 hal. 19,
20,21)

P E N U T U P

Sebagai penutup brosur ini, kami kutip sebuah ayat Al-Qur`an yang mengancam
orang yang mengaku menerima wahyu serta menulis kitab dengan tangannya sendiri,
kemudian dikatakannya dari Allah swt dengan dusta yang amat keji seperti yang
dilakukan oleh nabi Mirza di atas.
Allah swt berfirman:
Maka kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang menulis Al-Kitab dengan tangan
mereka sendiri lalu dikataknnya: Ini dari Allah, (dengan maksud) untuk
memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaanlah
bagi mereka, akibat dari apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan
kecelakaan besarlah bagi mereka akibat dari apa yang mereka kerjakan. (Q.S.
Al-Baqarah 79)

Cat: Apabila PB Ahmadiyah berkeberatan dengan isi brosur ini, alangkah baiknya
diselesaikan melalui debat terbuka yang disaksikan oleh umat.

Sumber: Buletin LPPI. Masjid Al-Ihsan Lt.III Proyek Pasar Rumput Jakarta 12970
Telp/Fax. (021)8281606

 

 (Membongkar Kesesatan
Al-Qiyadah Al-Islamiyah
)

Penulis: Lajnah pembela sunnah, memerangi bid’ah, dan
kesyirikan

Al-Hafizh Ibnu Katsir -rahimahullah- dalam muqadimah
kitab tafsirnya menyatakan tentang kaidah menafsirkan Al-Qur’an. Beliau
-rahimahullah- menyampaikan bahwa cara menafsirkan Al-Qur’an adalah sebagai
berikut:

1. Menafsirkan Al-Qur’an dengan Al-Qur’an.
Metodologi ini merupakan yang paling shalih (valid) dalam menafsirkan
Al-Qur’an.

2. Menafsirkan Al-Qur’an dengan As-Sunnah. Kata beliau -rahmahullah-, bahwa
As-Sunnah merupakan pensyarah dan yang menjelaskan tentang menjelaskan tentang
Al-Qur’an. Untuk hal ini beliau -rahimahullah- mengutip pernyataan Al-Imam
Asy-Syafi’i -rahimahullah- : “Setiap yang dihukumi Rasulullah -Shallallahu
‘alaihi wasallam-, maka pemahamannya berasal dari Al-Qur’an. Allah -Subhanahu
wata’ala- berfirman:

إِنَّا أَنزَلْنَا
إِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ لِتَحْكُمَ بَيْنَ النَّاسِ
بِمَا
أَرَاكَ اللّهُ وَلاَ تَكُن لِّلْخَآئِنِينَ خَصِيماً

“Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab kepadamu
dengan membawa kebenaran, supaya kamu mengadili antara manusia dengan apa yang
telah Allah wahyukan Kepadamu, dan janganlah kamu menjadi penantang (orang yang
tidak bersalah), karena (membela) membela orang-orang yang khianat.”
(An-Nisaa’:105)

3. Menafsirkan Al-Qur’an dengan pernyataan para shahabat. Menurut Ibnu Katsir
-rahimahullah- : “Apabila tidak diperoleh tafsir dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah,
kami merujuk kepada pernyataan para shahabat, karena mereka adalah orang-orang
yang lebih mengetahui sekaligus sebagai saksi dari berbagai fenomena dan
situasi yang terjadi, yang secara khusus mereka menyaksikannya. Merekapun
adalah orang-orang yang memiliki pemahaman yang sempurna, strata keilmuan yang
shahih (valid), perbuatan atau amal yang shaleh tidak membedakan diantara
mereka, apakah mereka termasuk kalangan ulama dan tokoh, seperti khalifah
Ar-Rasyidin yang empat atau para Imam yang memberi petunjuk, seperti Abdullah
bin Mas’ud -radliyallahu anhu-.

4. Menafsirkan Al-Qur’an dengan pemahaman
yang dimiliki oleh para Tabi’in (murid-murid para shahabat). Apabila tidak
diperoleh tafsir dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah atau pernyataan shahabat, maka
banyak dari kalangan imam merujuk pernyataan-pernyataan para tabi’in, seperti
Mujahid, Said bin Jubeir. Sufyan At-Tsauri berkata : “Jika tafsir itu datang
dari Mujahid, maka jadikanlah sebagai pegangan”.

Ibnu Katsir -rahimahullah- pun mengemukakan
pula, bahwa menafsirkan Al-Qur’an tanpa didasari sebagaimana yang berasal dari
Rasulullah -shallallahu’alaihi wasallam- atau para Salafush Shaleh (para
shahabat, tabi’in dan tabi’ut tabi’in) adalah haram. Telah disebutkan riwayat
dari Ibnu Abbas -radliyallahu ‘anhuma- dari Nabi -shallallahu’alaihi wasallam-:


من قال في القرأن برأيه او بما لايعلم فليتبوأ مقعده من
النار


“Barangsiapa yang berbicara (menafsirkan) tentang Al-Qur’an dengan pemikirannya
tentang apa yang dia tidak memiliki pengetahuan, maka bersiaplah menyediakan
tempat duduknya di Neraka.” (Dikeluarkan oleh At Tirmidzi, An Nasa’i dan Abu
Daud, At Tirmidzi mengatakan : hadist hasan).

Al-Qiyadah Al-Islamiyyah sebagai sebuah gerakan dengan pemahaman keagamaan
yang sesat, telah menerbitkan sebuah tulisan dengan judul “Tafsir wa Ta’wil”.
Tulisan setebal 97 hal + vi disertai dengan satu halaman berisi ikrar yang
menjadi pegangan jama’ah Al-Qiyadah Al-Islamiyyah.

Sebagai gerakan keagamaan yang menganut
keyakinan datangnya seorang Rasul Allah yang bernama Al-Masih Al-Maw’ud pada masa sekarang ini,
mereka melakukan berbagai bentuk penafsiran terhadap Al-Qur’an dengan tanpa
kaidah-kaidah penafsiran yang dibenarkan berdasarkan syari’at, ayat-ayat
Al-Qur’an dipelintir sedemikian rupa agar bisa digunakan sebagai dalil bagi
pemahaman-pemahamannya yang sesat. Sebagai contoh, bagaimana mereka menafsirkan
ayat:

فَأَوْحَيْنَا إِلَيْهِ أَنِ اصْنَعِ
الْفُلْكَ بِأَعْيُنِنَا وَوَحْيِنَا


“Lalu Kami wahyukan kepadanya: “Buatlah bahtera dibawah penilikan dan petunjuk
Kami.” (Al-Mu’minuun :27)

Maka, mereka katakan
bahwa kapal adalah amtsal (permisalan,ed) dari qiyadah, yaitu sarana organisasi
dakwah yang dikendalikan oleh Nuh sebagai nakoda. Ahli Nuh adalah orang-orang
mukmin yang beserta beliau, sedangkan binatang ternak yang dimasukkan
berpasang-pasangan adalah perumpamaan dari umat yang mengikuti beliau. Lautan
yang dimaksud adalah bangsa Nuh yang musyrik itu….. (lihat tafsir wa ta’wil
hal.43).


Demikianlah upaya mereka mempermainkan
Al-Qur’an guna kepentingan gerakan sesatnya. Sungguh, seandainya Al-Qur’an yang
diturunkan kepada Rasulullah -shallallahu ‘alihi wasallam- boleh ditafsirkan
secara bebas oleh setiap orang, tanpa mengindahkan kaidah-kaida penafsiran
sebagaiman dipahami slaful ummah, maka akan jadi apa islam yang mulia itu
ditengah pemeluknya ? Al-Qiyadah Al-Islamiyyah hanya sebuah sample dari sekian
banyak aliran/paham yang melecehkan Al-Qur’an dengan cara melakukan
interpretasi atau tafsir yang tidak menggunakan ketentuan yang selaras dengan
pemahaman yang benar.

Buku Tafsir wa Ta’wil ini berusaha menyeret
pembaca kepada pola pikir sesat melalui penafsiran ayat-ayat mutasyabihat
menurut versi Al-Qiyadah Al-Islamiyyah sebagaimana diungkapkan pada hal. iii
poin 4 : “Kegagalan orang-orang memahami Al-Qur’an adalah mengabaikan

gaya

bahasa Al-Qur’an yang menggunakan

gaya

bahasa alegoris. Bahasa simbol untuk menjelaskan
suatu fenomena yang abstrak.”

Mutasyabihat dianggap sebagai majazi
sebagaimana pada hal. 39 alenia terakhir.

Penyimpangan-penyimpangan yang
ditemukan dalam buku ini adalah sebagai berikut:

A. Secara garis besar ayat-ayat
mutasyabihat (menurut versi mereka) ialah yang berbicara tentang Hari Kiamat
dan Neraka dianggap simbol dari hancurnya struktur tentang penentang Nabi dan
Rasul, dan pada masa Rasulullah hancurnya kekuasaan jahiliyyah Quraisy yang
dihancurkan oleh Rasul dan para shahabatnya.

Lihat:

1. Tafsir Al-Haqqah:16;21
2. Tafsir ayat 6 dari

surat

Al-Ma’arij hal 30.
3. Tafsir ayat 17 dari

surat

Al-Muzammil hal. 62.

B. Pengelompokan manusia menjadi tiga
golongan:

1. Ashabul
A’raf adalah Assabiqunal awwalun.

2.Ashabul yamin adalah golongan anshar.
3. Ashabul syimal golongan oposisi yang menentang Rasul, lihat hal. 24.

C. Penafsiran Malaikat yang memikul
‘Arsy pada

surat

Al-Haqqah ayat 17 diartikan para ro’in
atau mas’ul yang telah tersusun dalam tujuh tingkatan struktur serta kekuasaan

massa

yang ada dibumi. Lihat hal. 24.

D. Penafsiran (man fis
samaa’/siapakah yang ada di langit) dalam surat Al-Mulk ayat 16 diartikan
benda-benda angkasa dan pada ayat 17 diartikan yang menguasai langit,
menunjukkan bahwa mereka tidak tahu sifat ‘uluw/ketinggian Allah atau bahkan
mereka mengingkarinya.

E.
Penafsiran

(As-Saaq/betis) pada

surat

Al-Qalam ayat 42, dengan dampak dari
perasaan takut ketika menghadapi hukuman atau adzab, lihat hal 18, ini
menunjukkan bahwa mereka tidak tahu bahwa Allah memiliki betis atau
mengingkarinya.

F. Kapal Nuh adalah bahasa
mutasyabihat dari Qiyadah yaitu sarana organisasi dakwah yang dikendalikan oleh
Nuh sebagai nakoda ….lihat hal. 42 dan 43.

G. Mengingkari hakekat jin dan
diartikan sebagai manusia jin yaitu jenis manusia yang hidupnya tertutup dari
pergaulan manusia biasa, yaitu manusia yang mamiliki kemampuan berpikir dan
berteknologi yang selalu menjadi pemimpin dalam masyarakat manusia. Golongan
jin yang dimaksud pada

surat

Al-Jin adalah orang-orang Nasrani yang
shaleh yang berasal dari utara Arab, lihat tafsir

surat

Al-Jin hal.16…dst. Dan raja Habsyi yang
bernama Negus termasuk golongan manusia jin yang dimaksud dalam Al-Qur’an dalam
surat Al-Jin, lihat hal.52.

H. Mengingkari pengambilan persaksian
dari anak-anak Adam dialam ruh atas rububiyah Allah yang merupakan penafsiran

surat

Al-A’raf ayat 173, lihat tafsir

surat

Al-Insan hal. 85.

I. Menyatakan bahwa
penciptaan Adam dan Isa bin Maryam adalah unsur-unsur mineral menjadi kromosom
yang kemudian diproses menjadi sperma, lihat hal. 85.


Dan masih banyak lagi penyimpangan-penyimpangan yang lainnya.

Selanjutnya melalui buletin ini kami menghimbau kepada
seluruh kaum muslimin dimana saja berada untuk senantiasa waspada dan
mewaspadai gerakan sesat ini yang menamakan dirinya dengan Al-Qiyadah
Al-Islamiyyah, diantara ciri-ciri mereka ialah tidak menegakkan shalat lima waktu,
berbicara agama dengan dengan menggunakan logika, mencampuradukan antara Islam
dengan Kristen,… dll.

Aliran Sesat
Alquran Suci : Izinkan Berzina dengan Ipar

 

Oleh : Redaksi 28 Oct,

07 - 11:00 pm


Al Qiyadah nekat Menggelar Pengajian di Hotel Berbintang
Tim investigasi dari Forum Ulama Umat Islam (FUUI) menilai adanya sejumlah
pemyimpangan dalam ajaran kelompok Alquran Suci. "Boleh salat tanpa wudu
dan bisa berzina dengan kakak atau adik ipar. Ketika menjadi anggota, kita
diwajibkan berinfak untuk aliran," ucap anggota tim investigasi FUUI yang
minta dirahasiakan identitasnya di

Bandung

, Jawa Barat, Sabtu (27/10).

Memang, belum banyak fakta yang terungkap tentang kelompok tersebut. Meski
demikian, sejumlah orang tua merasa resah karena anaknya raib diduga usai
bergabung dengan Alquran Suci. Sebut saja, Achrianie Yulvie dan Fitriani. Dua
mahasiswi Politeknik Padjadjaran Bandung ini hilang sejak awal September silam.
Sementara itu, Forum Umat Islam (FUI) dan sejumlah organisasi masyarakat Islam
lainnya mendesak pemerintah membubarkan aliran Al-Qiyadah. Mereka menilai
aliran itu merusak akidah Islam. Selain tidak mengakui Nabi Muhammad SAW,
aliran itu tidak mewajibkan salat dan naik haji. Al-Qiyadah juga mengaku
memiliki rasul sendiri, yakni Ahmad Mushaddeq

Sejumlah pengikut Al-Qiyadah pun telah menemui Direktur Jenderal Bimbingan
Masyarakat Islam Nasaruddin Umar untuk membahas keberadaan mereka. Dalam
pertemuan yang digelar di

Jakarta


itu, Nasaruddin meminta pengikut Al-Qiyadah kembali mengikuti ajaran Islam
sesungguhnya. Hanya saja, sekalipun telah dinyatakan sesat, jemaah Al-Qiyadah
masih berkeliaran.(REN/Tim Liputan 6 SCTV)


cek di http://www.liputan6.com/mediaplayer/?program=news&id=149816&m_id=668565


Dianggap Aneh, Karena Boleh Bertukar Istri
Ketua Tim Investigasi Aliran Sesat (TIAS) FUUI, Hedi Muhamad mengungkapkan,
pihaknya berhasil menelusuri jejak ajaran aliran Al-Quran Suci yang nyeleneh.
Yaitu, menghalalkan bersetubuh dengan keluarga dekat meski tanpa ikatan
pernikahan, baik itu kepada adik atau kakak ipar. Berarti kakak adik laki-laki
bisa saling tukar menggauli istri masing-masing.

Kepada wartawan di

Bandung

, Jumat, temuan tersebut diperoleh tim TIAS yang
bertemu langsung dengan murobi atau ustad kelompok Al-Quran Suci. "Maaf
demi keselamatan saya merahasiakan nama tim kami," ujar Hedi.

Sudah lama aliran nyeleneh tersebut muncul di wilayah Bandung Timur, hanya saja
tim TIAS belum mendapatkan bukti, tapi setelah muncul kasus Yulvie, mahasiswi
yang dinyatakan hilang ternyata ada benang merah antara temuan kami dan
kelompok aliran Al-Quran Suci, tambah Hedi.

Salah seorang anggota tim yang tak mau disebut namanya mengungkapkan, dalam
penelusurannya ia pernah bertemu dengan salah seorang murobi setingkat Ustad
Al-Quran Suci menuturkan, ajaran kelompoknya memperbolehkannya bersetubuh
dengan keluarga dekat seperti adik ipar atau kakak ipar.

Alasannya, adik ipar atau kakak ipar tersebut telah menikah dengan salah satu
anggota keluarga, sehingga halal bagi kita. "Dengan murobi itu kebetulan
kami satu almamater, dia satu tahun di atas saya," tandasnya.

Penganut aliran ini tak mewajibkan wudhu alias mensucikan diri, sebelum sholat,
padahal bagi umat Islam wajib hukumnya. "Aliran ini menganggap suci sejak
lahir, sehingga tidak perlu berwudhu," urainya.

Jika umat Islam pada umumnya meyakini Muhammad sebagai rasul, penganut aliran
Al-Quran Suci malah menganggap imam tertinggi dalam kelompok tersebut sebagai
rasul.

Menurut mereka, rasul di sini bukan Muhammad, karena dia sudah meninggal. Jadi
rasulnya adalah imam mereka. Sunnah Muhammad sudah tidak berlaku. Tapi mereka
menolak dikatakan ingkar sunah.

Sementara itu di kawasan Padalarang terdengar kabar telah berkembang ajaran
Islam yang juga aneh. Ajaran tersebut memperbolehkan tak berpuasa di bulan Ramadhan
dan sholat cukup dua kali.

Seorang warga Kampung Sudimampir Desa Padalarang, Ya yat, mendengar isu yang
berkembang dari warga sekitar tempat tinggalnya perihal ajaran tersebut.

"Saya baru mendengar saja, namun kepastiannya belum tentu," katanya.
Sumber-sumber mengatakan, bahwa sebetulnya sejumlah tokoh masyarakat bersama
pihak Kantor Urusan Agama (KUA) setempat pernah melakukan pertemuan dengan
pihak Polsek Padalarang membahas masalah itu, sementara ajaran tersebut
diajarkan oleh sekelompok pihak di sebuah kawasan Kabupaten Bandung.

Kapolsek Padalarang, AKP Ivonne K Permana, membantah tegas tentang
berkembangnya ajaran tersebut di wilayah hukumnya. "Kalau memang ajaran
itu berkembang tentunya pihak kami telah mengetahui lebih awal daripada pihak lainnya,
jadi perkembangan ajaran itu sama sekali tidak benar adanya," tandas
Kapolsek Padalarang.

Dikatakan, hasil identifikasi pihaknya di kampung tersebut justru yang pernah
berkembang bukan ajaran sesat, melainkan terdapatnya kawasan prostitusi di daerah
tersebut. [ant/www.hidayatullah.com]

Pengikut Alquran Suci Mengirim

Surat

 

Bandung

: Ihwal keberadaan Achrianie Yulvie, yang dinyatakan
hilang usai mengikuti kelompok pengajian Alquran Suci sejak awal September
silam, masih menjadi tanda tanya besar. Namun, baru-baru ini, mahasiswi
Politeknik Padjadjaran Bandung itu mengirimkan kartu Lebaran beserta sepucuk

surat

kepada keluarganya di Karawang, Jawa Barat [baca:
Satu Lagi Pengikut Agama Menghilang].

Surat

yang berisi permintaan maaf itu tertanggal 2 Oktober
dan diterima oleh kedua orang tua Yulvie, Ahmad Soeprapto dan Tati Sumiati.
Yulvie juga mengabarkan saat ini keadaannya sehat. Meski demikian, gadis
berusia 19 tahun tersebut meminta agar pihak keluarga tidak mencarinya.
Mendapat kabar ini, pihak keluarga mengaku lega. Namun mereka akan lebih lega
jika Yulvie pulang.

Majelis Ulama Indonesia serta polisi hingga kini terus menyelidiki ajaran
Alquran Suci yang disinyalir disebarkan secara terselubung di sejumlah kampus.
Pengajian ini dianggap menolak keberadaan hadis Nabi Muhammad SAW dan
memperbolehkan salat tanpa wudu.

Sekadar catatan, rekan sekampus Yulvie, Fitriani, juga hilang tak tentu
rimbanya sejak awal September silam. Warga Kiaracondong,

Bandung

ini juga diduga menjadi pengikut pengajian Alquran
Suci [baca: Pengikut Aliran Agama Menghilang].(REN/Syamsu Nursyam/Liputan6.com)


cek : video di http://www.liputan6.com/mediaplayer/?program=news&id=149802&m_id=668491

Al Qiyadah Menggelar Pengajian di Hotel
Ratusan pengikut Al Qiyadah Al Islamiyah menggelar pengajian bersama di salah
satu hotel di kawasan Jakarta Selatan, Selasa (24/10) malam. Ini menunjukkan
bahwa Al Qiyadah Al Islamiyah yang dinyatakan sebagai aliran menyimpang dan
menyesatkan oleh Majelis Ulama Indonesia masih tetap beraktivitas seperti
biasa.

Pengajian tadi malam dihadiri pimpinan Al Qiyadah Al Islamiyah, Ahmad
Mushaddeq, yang menobatkan diri sebagai rasul utusan Allah. Dalam pengajian
itu, para jemaah menyatakan kesetiaannya kepada rasul mereka yang bergelar Al
Masih Al Maw’ud.

Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Mushaddeq menyatakan tidak gentar atas
dikeluarkannya fatwa MUI tersebut. Dia menyatakan, akan tetap menyebarkan
ajaran yang diyakininya sebagai suatu kebenaran hakiki. Sang rasul juga
menyatakan siap menanggung segala resiko, termasuk kemungkinan menghadapi tuntutan
hukum atas penodaan agama

Al Qiyadah Al Islamiyah dianggap menyimpang karena menganggap Nabi Muhammad SAW
bukan sebagai nabi terakhir. Aliran ini juga tak mewajibkan umatnya menjalankan
salat

lima

waktu, berpuasa, maupun ibadah haji lantaran dianggap
belum turun perintah Allah untuk menjalankan itu. Mereka juga beranggapan saat
ini baru memasuki periode Mekah dengan ajaran pokok menegakan aqidah Islamiyah
(Liputan6.com)

ISA BUGIS, apaan seh//

December 11th, 2007 by firstacuayyang

Apa itu Gerakan NII Isa Bugis…???

Gerakan NII mempunyai berbagai macam jenis.
Hampir semuanya berawal dari
gerakan DI/TII.  Ketika pemerintah membubarkan gerakan DI/TII, para
aktifisnya tetap berjuang dibawah tanah (under ground).  Mereka tetap
membentuk ‘negara dalam negara’ dengan mempunyai presiden, menteri,
gubernur, camat dsb.
Banyak pecahan dari gerakan NII.  Sebagian ada yang mengacu kepada
gerakan-gerakan Islam di timur tengah semacam Ikhwanul Muslimin dan Jamaah
Islamiyah.  Sebagian lagi ada yang mempunyai pemahaman yang mirip
ingkarussunnah, sebagian menyebut seperti gerakan Isa Bugis.  Tipe yang
kedua ini yang akan saya sampaikan.

Beberapa ciri dan keanehan gerakan ini:
1.  Pengajian tertutup
Pengajian yang ada seringnya (atau selalu) dilakukan secara tertutup,
misalnya didalam kamar.  Orang yang ngisi pengajian seringnya tidak
diketahui secara jelas alamatnya, bahkan namanyapun seringnya bukan nama
asli.  Kata ’seringnya’ menunjukkan kebanyakan, mengingat saya mengenal
seseorang dari aktifis kelompok ini (walaupun sekarang raib entah kemana).
2.  Biasanya materi pertama adalah tentang kebenaran Al Qur’an.
Dari materi ini, para peserta pengajian akan menerima materi-materi berikut
dengan rujukan Al Qur’an.  Mereka jarang memakai hadits, sebab –merujuk
kepada sabda Nabi Shalallahu’alaihi wassalam "sebaik-baik hadits adalah
kitabullah" (inna khoerol hadits kitaaballah).  Dari sini mulai
nampak ciri
ingkarussunnahnya.
3.  Al Qur’an dipahami sendiri
Materinya banyak memakai skema.
Misalnya:

Darul Kufar (Qs..:..) >< daarul Islam
(QS…:…)
                     -
                     ’
                  
—> Hijrah (QS…:…)

Pengambilan hujjah dari AL QUr’an nampak
sekedar mencari legitimasi atas
sebuah pemahaman, tanpa rujukan dari hadits, tafsir bahkan bahasa Arab yang
benar.

4.  Tentang Isra’ Mi’raj
Mereka menganggap bahwa Nabi naik ke langit tujuh, maksudnya adalah tujuh
tingkat pemerintahan, yaitu: RT, RW, Lurah, Camat, Bupati, Gubernur dan
Presiden.

5.  Membuat fase secara tegas Makkah dan
Madinah
Mereka menganggap fase sekarang adalah fase Makkah.  Dalam fase ini,
syariat Islam belum dijalankan.  Untuk menuju fase Madinah mereka mengajak

bai’at (ada yang mengistilahkan taptis).

6.  Iman-Hijrah-Jihad
Negara Indonesia adalah  negara kafir, sama dengan kondisi Makkah
Jahiliyah
yang menggunakan syariat kuffar.  Dari sini, mereka mengajak hijrah kepada

kelompoknya, untuk sama-sama berjihad.

7.  Skema Futuh Indonesia
Mereka membuat skema tentang ramalan Futuh Indonesia.  Pernah diramalkan
tahun 1414 Indonesia bisa futuh, dengan marujuk QS 14:14.

8.  Menghalalkan Darah diluar kelompok
mereka
Mereka menganggap diluar kelompok mereka adalah kafir dan halal darahnya.
Mereka membuat daftar hitam orang-orang yang pantas dilenyapkan (dari
pernyataan mantan anggotanya).
Pernah kami dengan seorang dosen agama menangani kasus ini di beberapa
perguruan tinggi di Purwokerto.  Dosen tersebut diberi surat kaleng
bergambar pistol, menunjukkan ancaman hukuman mati.

9.  Menghalalkan harta diluar kelompok
mereka
Mereka menganggap diluar kelompok mereka halal hartanya, dengan
menganggapnya sebagai harta fa’i.  Di sebuah SPK, bendahara kelas yang
ikut
kelompok NII ini menggelapkan uang milik teman-temannya.  Kalau makan di
warung, makan pakai daging/telor bilangnya cuma pakai tahu dsb.

10. Tentang Shalat
Mereka nampaknya tidak menganggap wajib shalat.  Terbukti banyak waktu
shalat yang terlampaui ketika kegiatan pengajian.  Misalnya pengajian
sebelum dhuhur dan selesai ba’da ashar.  Mereka menganggap da’wah yang
dilakukan ya sama dengan shalat.

Berbagai keanehan pemahaman tersebut tidak
perlu saya bahas disini,
mengingat begitu jauhnya pemahaman tersebut dari pemahaman yang haq
sebagaimana disampaikan oleh para ulama.
Gerakan tersebut kontra produktif dengan aktifitas da’wah Islam.  Berbagai

sikap phobi masyarakat banyak diakibatkan oleh mereka, dan menganggap kalau
ada pengajian rutin dan intensif disamakan dengan mereka (gerakan NII)
sehingga dicurigai, dilarang dsb.
Sekali lagi, tidak semua gerakan NII mempunyai ciri dan keanehan seperti
tersebut diatas.  Hanya saja, itulah diantara sebagian yang kami dapati
dengan mengatasnamakan gerakan NII, yang menyebut nama Kartosuwiryo didalam
bai’atnya.
Semoga Allah SWT berkenan untuk membimbing dan menerangi langkah-langkah
kita, kaum muslimin semua.

Wassalaamu’alaikum Wr Wb

Mohammad Sigit Hermawan

bilang aja nggak

December 9th, 2007 by firstacuayyang

NYONTEK…!!!

Sebuah kata yang paling populer bagi anak-anak sekolah, baik itu siswa SD, SMP, SMA, bahkan kalangan Mahasiswa mengenal baik kata tersebut.
Kegiatan nyontek dilakuan saat para guru memberi tugas, baik itu pekerjaan rumah (PR), saat ulangan, ataupun saat ujian. Bapak ibu guru sudah sangat sering memperingatkan para murid-muridnya untuk TIDAK MENYONTEK.
Mereka sering bilang bahwa menyontek tidak baik.

Kenapa sih tidak boleh menyontek?
jawaban klise…
-
Nanti jadi tergantung sama orang yang biasa kita mintai contekan (addicted). Kayak narkoba, sekali nyoba nagih.
- Nggak bisa mandiri.

- Nggak bisa pinter, ntar otak kita jadi bebal.

Apa alasan kita nyontek?
Banyak sejuta alasan… mulai dari
- Emang kita nya aja yang bego, goblok, bodoh. Otak nggak mampu mengerjakan tugas-tugas tersebut (udah takdir kalee).

- MALES,,, PR mau dikumpulin tapi belum ngerjain, males mikir.

- Waktu mepet,,, deadline sudah soal banyak belum dikerjakan. jadi jalan keluarnya hanya yaitu,,, nyontek punya tetangga sebelah, depan, belakang. kalo perlu nyontek punya kelas lain.

Tapi alasan yang paling mendasar adalah Emang bego, dan Males.
untuk urusan bego emang kita gak bisa nyalahin, emang kemampuannya segitu. dipaksa kayak apapun tetep aja gak bisa,,, susah.

TAPI klo udah urusannya males. wah itu nggak bisa dimaafkan. Punya otak buat mikir tetapi gak mau menggunakan otak tersebut,,,

Bangga nggak dengan perilaku nyontek?

JELAS TIDAK, karena nilai yang didapat bukan hasil dari kerja keras kita.
Malu nggak dengan perilaku nyontek?

Idih maluuuuu dong, kalo ada orang yang bilang nggak malu, perlu diperiksakan ke psikolog tuh. la wong anak kecil aja malu kok kalo ketahuan nyontek.
Bagaimana dengan para sineas kita?
Mereka dengan bangganya memamerkan hasil contekannya. Sebenarnya mereka itu BISA berkreasi, asal mau menggunakan otaknya. Pas ketahuan nyontek,,, buru-buru buat konferensi pers untuk berdalih.

Apa saya hanya bisa omong doang? Emang saya hanya bisa omong doang,,, kerjaan saya kan bukan sebagai film maker,,, tapi seandainya saja kerjaan saya sebagai film maker,,,
PASTI saya nggak akan pernah sekalipun nyontek…

Kita ini hanya sebagai konsumen (penonton), ada barang bagus yaa dipuji, ada barang jelek ya dicaci.
dan kita sebagai konsumen juga nggak bego-bego amat kok, tau yang mana itu yang berkwalitas, ato yang nggak berkwalitas. Yang namanya nyontek pasti ketahuan kok…

SAYA HANYA BISA OMONG DOANG, KARENA EMANG DI BLOG firsta ini,firsta HANYA SEBAGAI ORANG BISA OMONG DOANG.
Kalau omongan kita bisa didengar syukur deh,,, kalau nggak? ya orang itu emang budeg…
Orang yang mau maju adalah orang yang bisa dikritik, dicaci, dicemooh[/i]

akan menjadi bangsa yang bagaimana jika dikritik saja nggak mau.

harusnya kau katakan ini

December 9th, 2007 by firstacuayyang

Sampai disinikah?

            

december 10th, 2007

         
 

HeartDan
bahkan sampai detik ini pun, kau masih mencoba untuk mengerti aku,
seorang Aku yang tak pernah bisa mengerti dirimu. Mencoba untuk kembali
mengenang kembali beberapa lembar catatan yang tertulis indah dan
berwarna warni di buku kehidupan kita. Tanpa harus mencoba untuk
menghapus atau menghilangkan halaman itu. Ah, seandainya saja semua
berjalan seperti apa yang kita rencanakan dulu,,,
Aku terlalu lemah dan terlalu bodoh untuk menyadari bahwa aku telah
menyakiti hati seseorang. Sebuah hati yang tulus yang jelas-jelas
diberikan hanya untukku. Entah sampai kapan ego ini akan berkuasa.
Menjadi bijaksana adalah satu hal yang sampai sekarang tak bisa aku
lakukan. Maafkan aku, mungkin satu-satunya kalimat yang bisa aku
katakan. Berharap engkau mau memaafku dan melupakan semuanya. Tetapi
tidak, aku tau ini terlalu berat untukmu, juga untukku. Tidak, kau
mungkin tak kan bisa memaafkanku selamanya dan tak bisa melupakan
semuanya. Aku telah menjadi kenangan buruk seseorang.
Apakah sebuah kesalahan jika aku tak percaya cinta? Sebab sampai
sekarang aku tak pernah temui yang namanya cinta? Atau aku hanya buta
dan tak mampu mengetahui mana cinta yang sesungguhnya? Mungkinkah ini
cinta? Jika memang benar ini cinta, kenapa ego untuk sendiri mampu
mengalahkan rasa cinta ini? Ataukah ini memang seperti apa yang aku
pikirkan sebelumnya? Ini bukanlah apa-apa, bukan pula cinta. Ini tak
lebih permainan kata-kata tanpa arti yang coba dibisikkan kedalam hati?
Aku pengecut. Pengecut yang merasa takut seandainya ada orang yang
berharap terhadapku. Ya, aku hanya ingin sendirian, tanpa ada rasa
kekhawatiran bahwa diluar sana, disuatu tempat, ada orang yang
mengharapkan aku dan hatiku. Tidak, aku belum siap untuk itu. Aku ingin
sendirian, tanpa terganggu dengan kata-kata ‘cinta’ dan ‘kasih sayang’
yang tak jelas arti sebenarnya. Maafkan aku. Hidup tak sesederhana yang
kita pikirkan. Tak pula serumit yang kita takutkan. Hanya saja, dalam
kehidupan, semua tak ada yang abadi. Termasuk cinta. Bahkan mungkin,
cinta itu telah mati ratusan tahun yang lalu.
Ini lah aku, yang telah hidup lebih dari dua dasawarsa. Ikut menjadi
salah satu penghirup udara dunia. Tetapi sepertinya, dua dasawarsa
belumlah cukup untuk ku mengerti cinta.
“Jalan kita masih panjang”, itu kata-kata hiburan yang sering kali aku
ucapkan. Menghibur dan punya banyak arti. Itu pula yang aku katakan
kepadamu, “Tatap lurus kedepan, dan tersenyumlah,,, Lihatlah didepan
sana banyak cahaya menantimu,,, Segeralah melangkah, bidadariku,
temuilah cahayamu,,, dan tinggalkan aku disini,,,”. Perpisahan bukanlah
sesuatu yang menakutkan. Perpisahan hanyalah awal dimana engkau akan
menemukan ‘cahaya’ lain yang lebih terang. Segeralah beranjak, dan
segeralah raih cahayamu, tinggalkan aku dalam kegelapan ini,,,
Meskipun isak tangis mengiring perpisahan ini, tetapi ini bukanlah
akhir dari segalanya. Menangislah, sebab Allah menciptakan airmata
untuk menghapuskan kesedihan. Dan ijinkan aku untuk tetap mengenangmu,
sebagai seorang bidadari yang pernah menjentikkan jarinya ke hatiku dan
membuat segalanya dalam hidupku menjadi lebih indah.

Untuk Dindaku :
Maafkan aku, tapi mungkin sekarang kita temui persimpangan jalan. Aku
harus menempuh jalan ini, dan engkau harus menempuh jalan yang itu. Tak
salah jika kita masih berharap bahwa suatu saat nanti, jalan kita akan
bertemu lagi, dan aku bisa menyapamu lagi dengan cintaku.
Aku menghormatimu, Dinda. Tak ingin engkau menjadikanmu bunga layu
karena kejahilanku. Dan caraku untuk menjagamu adalah dengan
melepaskanmu, membiarkan dirimu tumbuh dan berkembang menjadi bunga
sakura yang indah. Jadilah engkau manusia seutuhnya, tanpa
bayang-bayang hitam seorang aku, jadilah engkau muslimah sejati, yang
siap berjuang dan melahirkan anak-anak pejuang.
Kembalilah berjalan dan kembalilah tersenyum, senyum yang dulu pernah
menjadi mentari pagiku. Karena mungkin, didepan sana ada orang yang
juga menganggap senyumanmu adalah mentari paginya.
Maafkan aku adalah kata terakhir yang ingin aku ucapkan, terlalu banyak
dosa yang sudah aku lakukan terhadapmu. Aku tak memaksa kau hendak
memaafku. Hanya harapan, bahwa kita bisa saling membuka lembaran baru
dalam hidup kita tanpa ada rasa takut untuk membuka kembali kenangan
kita ini. Semoga benar ini jalan yang terbaik buat kita.

mboh Lah

December 9th, 2007 by firstacuayyang

 

ketakberkuasaanku

            

July 28th, 2007

         
 

aku ingin mengatakan aku mencintaimu!
sungguh kalimat ini telah sampai ke tenggorokanku
tapi terhalang oleh ego dan keakuanku
dan terjepit oleh kekhawatiran hatiku

aku ingin kau tahu bahwa aku mencintaimu
sungguh andai kau tahu kerinduanku akanmu
yang bercampur dengan kebencian dan keangkuhanku
yang hingga kini, masih dapat ku ingkari

aku mencintaimu, itu saja!

MANADO seindah dirimu…

December 9th, 2007 by firstacuayyang
       

Jumat, 24 Agustus 2007.
Pukul 3.30 pagi dan masih gelap, anak saya - Aldo - yang di kelas 6 SD
sudah bangun. Gurunya memang menginstruksikan semua anak-anak kelas 6
sebelum pukul 5 sudah harus berkumpul di halaman belakang kompleks Bahu
Mall, karena akan dilaksanakan jalan sehat (fun walk) anak-anak sekolah
se-Kecamatan Malalayang Manado. Jalan sehat itu sendiri menurut  guru anak saya tersebut  akan dimulai - artinya start - tepat pukul 5.
Pukul 4 Aldo membangunkan saya. Dan dengan tubuh yang masih mengantuk
soalnya saya sendiri baru tidur sekitar jam 1 pagi. Dia minta saya
mengantar dia ke lokasi tempat berkumpul mereka, anak-anak sekolah
tersebut.
Anak saya ini berkata, papi lekas papi, nanti kita terlambat, kalau terlambat nanti tidak diabsen dan ibu guru nanti marah.
Sebelum jam 5 pagi saya dengan Aldo sudah tiba di areal tempat
berkumpul. Ratusan anak-anak sekolah sudah banyak di sana. Siap untuk
fun walk.
Saya merasa kasihan pada anak-anak ini.
Sampai jam 6 pagi mereka belum juga start. Ada di antara mereka yang
belum sarapan, harus berdiri lama menunggu fun walk dimulai. Bahkan
saya sendiri, sempat katakan ke Aldo untuk pulang saja, sebab terlalu
lama menunggu sedangkan kegiatan belum ada tanda-tanda dimulai dimulai.
Tapi dia menolak, karena takut dimarahi guru.
Saya sendiri heran, kenapa sudah jam 6 lewat belum juga barisan
anak-anak itu dilepas. Saya tanyakan pada salah seorang guru kenapa
acara belum dimulai. Dengan enteng pahlawan tanpa tanda jasa itu
berkata bahwa masih harus menunggu pejabat yang akan melepas tanda
dimulai fun walk tersebut.
Akhirnya baru jam 7.15 barisan anak-anak itu dilepas. Berarti 2 jam
lebih anak saya dan anak-anak lainnya menunggu, berdiri, dan itu sangat
melelahkan.
Terus terang saya marah sekali pada panitia pelaksana acara itu.

Bayangkan,
mau jadi apa ini bangsa kita kalau dari sejak anak-anak sudah tidak ada
lagi etos menghargai waktu. Pantas saja dari dulu hingga sekarang
budaya jam karet tidak pernah berkesudahan. Anak-anak sendiri sejak
dini sudah diajar begitu. Huh, keterlaluan.

Saya mau marah ke siapa? Ke Panitia? Sudahlah. Kalau itu saya lakukan, sama saja saya menjilat ludah sendiri.

Oh
ya acara itu dilaksanakan dalam rangka 2 tahun kepemimpinan Jimmy Rimba
Rogi dan H. Abdi Buchari sebagai Walikota dan Wakil Walikota Manado.
Sekaligus sebagai kegiatan Jumpa Berlian.

Sepanjang
jalan yang dilalui, anak-anak sekolah yang ber-fun walk ria itu
ditugaskan mengantongi sampah di plastik yang telah diberikan guru
mereka sebelum kegiatan dimulai. Weleh-weleh….

LEMBAYUNG SENJA

December 4th, 2007 by firstacuayyang

Jef
Jef

ARAHKU

December 4th, 2007 by firstacuayyang

Allah AllahAllah

                                                

my love said

December 4th, 2007 by firstacuayyang

Kata-Kata Bijak

Artikel-artikel karya Harun Yahya kini tengah diterbitkan di
berbagai media cetak di Turki dan di banyak negara di dunia. Pada bagian ini
Anda bisa mendapatkan sejumlah artikel karya penulis dalam bahasa
Indonesia.

 
 

Demi Allah yang jiwaku berada di
tangan-Nya, seseorang tidak beriman hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana
ia mencintai dirinya sendiri.

Nabi Muhammad SAW

 

Jauhilah dengki, karena dengki memakan amal
kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar.

Nabi Muhammad SAW

 

Yang terbaik di antara kalian adalah mereka
yang berakhlak paling mulia.

Nabi Muhammad SAW

 

Allah tidak melihat bentuk rupa dan harta
benda kalian, tapi Dia melihat hati dan amal kalian.

Nabi Muhammad SAW

 

Kecintaan kepada Allah melingkupi hati,
kecintaan ini membimbing hati dan bahkan merambah ke segala hal.

Imam Al
Ghazali

 

Raihlah ilmu, dan untuk meraih ilmu
belajarlah untuk tenang dan sabar.

Khalifah ‘Umar

 

Setiap orang di dunia ini adalah seorang
tamu, dan uangnya adalah pinjaman. Tamu itu pastilah akan pergi, cepat atau
lambat, dan pinjaman itu haruslah dikembalikan.

Ibnu Mas’ud

 

Ketahuilah bahwa sabar, jika dipandang
dalam permasalahan seseorang adalah ibarat kepala dari suatu tubuh. Jika
kepalanya hilang maka keseluruhan tubuh itu akan membusuk. Sama halnya, jika
kesabaran hilang, maka seluruh permasalahan akan rusak.

Khalifah ‘Ali

 

Sabar memiliki dua sisi, sisi yang satu
adalah sabar, sisi yang lain adalah bersyukur kepada Allah.

Ibnu Mas’ud

 

Takutlah kamu akan perbuatan dosa di saat
sendirian, di saat inilah saksimu adalah juga hakimmu.

Khalifah ‘Ali

 

Orang yang paling aku sukai adalah dia yang
menunjukkan kesalahanku.

Khalifah
‘Umar

 

Niat adalah ukuran dalam menilai benarnya
suatu perbuatan, oleh karenanya, ketika niatnya benar, maka perbuatan itu benar,
dan jika niatnya buruk, maka perbuatan itu buruk.

Imam An Nawawi

 

Aku mengamati semua sahabat, dan tidak
menemukan sahabat yang lebih baik daripada menjaga lidah. Saya memikirkan
tentang semua pakaian, tetapi tidak menemukan pakaian yang lebih baik daripada
takwa. Aku merenungkan tentang segala jenis amal baik, namun tidak mendapatkan
yang lebih baik daripada memberi nasihat baik. Aku mencari segala bentuk rezki,
tapi tidak menemukan rezki yang lebih baik daripada sabar.

Khalifah ‘Umar

 

Dia yang menciptakan mata nyamuk adalah
Dzat yang menciptakan matahari.

Bediuzzaman Said Nursi

 

Penderitaan jiwa mengarahkan keburukan.
Putus asa adalah sumber kesesatan; dan kegelapan hati, pangkal penderitaan jiwa.

Bediuzzaman Said Nursi

 

Kebersamaan dalam suatu masyarakat
menghasilkan ketenangan dalam segala kegiatan masyarakat itu, sedangkan saling
bermusuhan menyebabkan seluruh kegiatan itu mandeg.

Bediuzzaman Said Nursi

 

Menghidupkan kembali agama berarti
menghidupkan suatu bangsa. Hidupnya agama berarti cahaya kehidupan.

Bediuzzaman Said Nursi

 

Seseorang yang melihat kebaikan dalam
berbagai hal berarti memiliki pikiran yang baik. Dan seseoran yang memiliki
pikiran yang baik mendapatkan kenikmatan dari hidup.

Bediuzzaman Said
Nursi

 

Pengetahuan tidaklah cukup; kita harus
mengamalkannya. Niat tidaklah cukup; kita harus melakukannya.

Johann Wolfgang von Goethe

 

Pencegahan lebih baik daripada pengobatan.

Johann Wolfgang von Goethe

 

Kearifan ditemukan hanya dalam
kebenaran.

Johann Wolfgang von
Goethe

 

Ilmu pengetahuan tanpa agama adalah
pincang.

Einstein

 

Perdamaian tidak dapat dijaga dengan
kekuatan. Hal itu hanya dapat diraih dengan pengertian.

Einstein

 

Agama sejati adalah hidup yang
sesungguhnya; hidup dengan seluruh jiwa seseorang, dengan seluruh kebaikan dan
kebajikan seseorang.

Einstein

 

Dua hal yang membangkitkan ketakjuban saya
- langit bertaburkan bintang di atas dan alam semesta yang penuh hikmah di
dalamnya.

Einstein

 

Apa yang saya saksikan di Alam adalah
sebuah tatanan agung yang tidak dapat kita pahami dengan sangat tidak
menyeluruh, dan hal itu sudah semestinya menjadikan seseorang yang senantiasa
berpikir dilingkupi perasaan "rendah hati."

Einstein

 

Sungguh sedikit mereka yang melihat dengan
mata mereka sendiri dan merasakan dengan hati mereka sendiri.

Einstein

 

Berusahalah untuk tidak menjadi manusia
yang berhasil tapi berusahalah menjadi manusia yang berguna.

Einstein

 

Tidak semua yang dapat menghitung dapat
dihitung, dan tidak semua yang dapat dihitung dapat menghitung.

Einstein